Connect with us

Idul Fitri Saatnya Menyucikan Diri

RAMADHAN

Idul Fitri Saatnya Menyucikan Diri

Jurnalkpi.com – Waktu yang begitu cepat berlalu dari Ramadhan menuju Idul Fitri. Satu bulan Ramadhan berasa begitu cepat padahal kita belum optimal dalam mengaji Al-Quran, masih bolong dalam tarawih, belum maksimal dalam shalat malam, dan amalan-amalan lainnya. Namun, tiba-tiba Idul Fitri akan segera tiba.

Ketika mendengar kata Idul Fitri tentu yang terlintas dalam benak kita adalah kegembiraan dan kemenangan. Dimana pada hari tersebut kita gembira karena telak melaksanakan puasa dengan tidak makan, tidak minum, menahan amarah, dan menahan nafsu selama satu bulan penuh.

Semua umat muslim tentunya akan menemui dan merayakan hari raya Idul Fitri. Dinamakan Idul Fitri karena pada hari itu semua manusia, laksana seorang bayi yang baru dilahirkan. Yakni masih dalam keadaan suci belum terdapat dosa.

Idul Fitri, hari raya orang muslim yang jatuh pada setiap tanggal 1 Syawal ini, menandai berakhirnya masa puasa atau tidak makan dan minumnya seorang muslim selama bulan Ramadhan. Maka sering terjadi di masyarakat pada saat Idul Fitri mereka mengadakan makanan yang biasa tidak mereka adakan di rumah masing-masing.

Idul Fitri juga di tandai dengan tradisi “Mudik” atau biasa disebut pulang kampung. Pada moment ini biasa perantau kembali kerumah atau tempat kelahiran mereka yang notaben nya hanya di Indonesia. Selain itu 95% masyarakat mengenakan sesuatu yang baru pada saat Idul Fitri. Seperti baju baru, sepatu baru, tas baru, sepeda baru, mobil baru.

Lalu jika terbiasa seperti ini bagaimana sesungguhnya makna Idul Fitri sesuai islam? Apakah cukup hanya ditandai dengan memakai sesuatu yang baru, menyajikan makanan enak untuk tamu, atau sekedar mudik untuk mengunjungi kerabat?

Idul Fitri merupakan kembalinya ke fitrah awal manusia. Dalam arti, kita manusia, diharapkan menjadi manusia untuk seterusnya kembali ke fitrah, yang sejak bayi manusia dalam keadaan mengakui bahwa Alloh adalah satu-satunya Tuhan. Idul Fitri seharusnya dimaknai dengan kembalinya manusia ke bentuk awal yang suci seperti baru dilahirkan.

Secara metafor, sesorang yang baru dilahirkan berarti seorang muslim selama sebulan melewati puasa, qiyam, dan segala ibadah harus mampu berislam, tidak iri, tidak dengki, serta bersih dari dosa. Idul Fitri juga berarti kembali kepada naluri kemanusiaan yang murni, kembali kepada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak Islami.

Reporter : Fika Khoirotun Nisak

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in RAMADHAN

Advertisement
To Top