Connect with us

Hukum Makan dan Minum Karena Lupa Saat Berpuasa

KHAZANAH

Hukum Makan dan Minum Karena Lupa Saat Berpuasa

Jurnalkpi.com – Menurut istilah syara, puasa adalah menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari serta dengan niat dan syarat tertentu.

Salah satu hal yang dapat membatalkan puasa sendiri adalah makan dan minum. Namun bagaimana jika kita melakukannya dalam keadaan lupa atau tidak sadar, apakah puasa kita batal? Nah, berikut ini kita akan menjelaskan tentang hukum makan dan minum dalam keadaan lupa pada saat berpuasa.

Sebagai manusia biasa tentu kita pernah mengalami lupa. Karena sifat lupa ini merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Disinilah kita akan menemukan perwujudan rahmat yang Allah SWT berikan kepada hambanya saat ia lupa makan dan minum saat sedang berpuasa.

Ibnu Hajar Al Asqolani menyebutkan dalam Bulughul Marom no. 669 dan 670 :
مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa yang lupa sedang ia dalam keadaan puasa lalu ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya karena kala itu Allah yang memberi ia makan dan minum”. (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1933 dan Muslim no. 1155).

Sedangkan Imam al Hakim juga disebutkan,
مَنْ أفْطَرَ فِيْ رَمَضَانَ نَاسِيًا فَلاَ قَضَاءَ عَلَيْهِ وَلاَ كَفَارَةَ .
“Barangsiapa yang berbuka di Bulan Ramadhan dalam keadaan lupa, maka tidak ada qodho baginya dan juga tidak ada kafaroh”.

Jika seseorang makan dan minum dengan sengaja di siang hari, maka puasanya jelas tidak sah. Namun jika seseorang itu melakukannya dalam keadaan tidak sengaja atau lupa maka akan diberi udzur dan puasa tetap sah.

Namun jika makanan dan minuman belum masuk ke dalam mulut, kemudian seseorang itu ingat bahwa dia sedang puasa maka segera hentikan dan jangan diteruskan. Apabila seseorang itu sudah terlanjur makan dan minum namun ia benar-benar dalam keadaan benar-benar lupa baiknya segera berhenti jika teringat dan kembali melanjutkan puasanya.

Puasa itu bisa dikatakan batal jika memenuhi tiga syarat: (1) dilakukan dalam keadaan ingat, bukan lupa, (2) dilakukan dalam keadaan tahu, bukan jahil, (3) dilakukan dalam keadaan bukan dipaksa.

Jadi hukum makan dan minum karena lupa pada saat berpuasa adalah boleh, yakni puasa tetap sah dan tidak batal, meskipun makanan atau minuman yang ia telan itu banyak. Dan tidak wajib pula baginya untuk meng-qadha dan membayar kafarat.
Ini karena Islam adalah agama yang toleran dan tidak memberatkan umatnya. Tetapi dengan catatan seseorang itu benar-benar lupa dan bukan hanya modus atau pura-pura. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Penulis : Ike May Ardianti

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KHAZANAH

Advertisement
Advertisement
To Top