Connect with us

Gonjang Ganjing Akhir Zaman

HIKMAH

Gonjang Ganjing Akhir Zaman

Jurnalkpi.com – Kiamat merupakan salah satu dari enam rukun iman dalam Islam yang diyakini serta dipercayai oleh seluruh umat muslim di dunia. Banyak tanda-tanda akhir zaman yang tertera di kitabullah dan hadits-hadits yang bersumber dari Rasulullah yang diriwayatkan oleh para sahabat hingga sampai pada telinga kita saat ini.

Tak lepas dari itu semua sosok Dajjal lah yang menjadi momok yang sangat menakutkan. Rasulullah sendiri pernah bersabda dalam hadits shahih yang di riwayatkan (Muslim no. 2946 ), yang berbunyi:

“Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaanya) lebih besar dari Dajjal.”

Imam Nawawi rahimahumullah menerangkan, “Yang dimaksut di sini adalah tidak ada fitnah dan masalah yang lebih besar dari pada fitnah Dajjal.”

Dari ibnu ‘Umar radhiallahu’anhuma, ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri dihadapan manusia lalu memuji Allah karena memang Dialah satu-satunya yang berhak atas pujian kemudian beliau menceritakan Dajjal. Beliau bersabda, yang artinya:

“Aku akan menceritakan kepada kalian dan tidak ada seorang Nabi pun melainkan telah menceritakan tentang Dajjal kepada kaumnya sungguh Nabi Nuh’alaihissalam telah mengingatkan kaumnya. Akan tetapi aku katakan kepada kalian semua tentangnya yang tidak permah dikatakan oleh seorang Nabi pun kepada kaumnya, yaitu Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Allah sama sekali tidaklah buta.”(HR. Bukhari no.3337 dan Muslim no.169).

Kelak di akhir zaman nanti, akan terjadi pertempuran besar melawan Dajjal. Kelak Nabi Isa yang ditakdirkan melawan dan membunuhnya diakhir nanti. Sedangkan saat ini Nabi Isa masih disembunyikan di langit oleh Allah dan akan di turunkan di kota Damaskus.

Nabi Isa akan turun di menara putih, sebelah timur ibu kota Suriah tersebut. Ketika turun, kedua tangan Nabi Isa berada di antara sayap-sayap dua malaikat. Jika Nabi Isa menundukan kepalanya, akan keluar tetesan air darinya. Jika beliau mengangkat kepala, maka akan turun bulir-bulir air bening layaknya mutiara.

Orang kafir yang mencium aroma nafas Nabi Isa akan tewas seketika. Turunya Nabi Isa sangat ditunggu-tunggu oleh orang mukmin waktu itu. Pasalnya, bertahun-tahun bumi dan segala isinya mengalami kerusakan dan porak-poranda akibat Dajjal. Manusia raksasa bermata satu membawa fitnah yang amat sangat laur biasa, fitnah yang tidak pernah di salami umat Islam waktu itu.

Dajjal membawa api dan air, namun manusia melihat api sebagai air dan air sebagai api. Ia melintas banyak negeri. Tak satu pun negeri yang terlewatkan kecuali dua kota suci yaitu Mekah dan Madinah. Karena kedua kota tersebut telah di jaga oleh malaikat dengan menghunuskan pedangnya.

Dajjal berpindah dari satu negeri ke negeri lain sangat cepat, layaknya hembusan angin. Kelak manusia akan tertipu dengan sihirnya, karna Allah memberikan kelebihan kepada Dajjal untuk mengendalikan bumi, jika ia menyuruh langit menurunkan hujan atau bumi mengeluarkan tanaman, maka tak ada yang bisa di lakukan langit dan bumi kecuali menurutinya. Sehingga banyak manusia yang menjadi pengikutnya. Sedangkan yang tidak mengikutinya akan berakhir dengan sengsara.

Fitnah ini dialami penduduk bumi selama 40 hari. Akan tetapi, satu hari lamanya sama dengan satu tahun di dunia, sehari lamanya seperti satu bulan, dan satu hari sama halnya engan satu pekan. Tak ada satu hari pun yang dilewati kaum yang beriman kecuali kesengsaraan.

Oleh karena itu turunya Nabi Isa sangat di tunggu-tunggu kaum muslim pada saat itu. Beliaulah juru selamat waktu itu dan tak satu pun yang dapat menandingi Dajjal kecuali Nabi Isa.

Ketika turun ke bumi Nabi Isa pun berkumpul dengan pasukan Mu’min. Beliau melakukan sholat bersama mereka dan Imam Mahdi. Putra Maryam memulai pengejaran Dajjal bersama kaum Mu’min waktu itu. Dajjal kabur melarikan diri karena tahu ajalnya telah ada di depan mata.

Nabi Isa akhirnya berhasil menumpas Dajjal dan menangkapnya di daerah Bab Ludd, di Palestina. Kematian Dajjal menjadi kabar gembira kaum mu’min waktu itu serta melahirkan keamanan dan kesejahtraan di muka bumi. Manusia kembali hidup dalam kedamaian dan ketentraman. Tak ada sedikit pun pertikaian, kerusuhan bahkan kejahatan. Yang pada masa itu tonggak kepemimpinan berada di tangan Imam Mahdi.

Namun, kedamaian itu berlangsung selama 7 tahun dan selepas itu terjadi fenomena sebuah angin yang keluar dari Syam. Allah mengutus angin sejuk tersebut untuk mewafatkan seluruh manusia yang beriman dan akhirnya menemui ajalnya, sehingga di dunia diisi oleh orang-orang kafir munafik sampai tutupnya alam ini.

Penulis: Uma Ageng Pathu Prayoga

Editor: Anna Wahidatul Wardah

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in HIKMAH

Advertisement
Advertisement
To Top