Connect with us

Garebeg Maulud, Akulturasi Budaya Islam Peninggalan Sunan Kalijaga

INDONESIA

Garebeg Maulud, Akulturasi Budaya Islam Peninggalan Sunan Kalijaga

Jurnalkpi.com – Bulan Rabiul Awal adalah salah satu bulan dalam kalender Hijriah dan merupakan bulan istimewa bagi seluruh umat islam.

Mengapa?

Karena di bulan inilah lahir seorang manusia yang agung dan berbudi luhur, tidak ada bandingannya dengan manusia lain manapun. Ya, inilah bulan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW yang membawa ajaran islam untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia dan alam semesta atau bahasa Al-Qurannya adalah Rahmatan lil ‘Aalamiin.

Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim tentunya mempunyai beragam perayaan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW ini. salah satu tradisi yang masih ada dan dijalankan sampai hari ini adalah tradisi Garebeg Maulud dari Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Kata garebeg, berasal dari bahasa jawa Ginarebeg yang berarti riuh atau ramai, yang kemudian maknanya diperluas menjadi keramaian atau perayaan. Hal ini disebabkan karena pada setiap pelaksanaan tradisi garebeg disertai dengan arak-arakan oleh barisan parjurit keraton yang diiringi dengan iringan gamelan.

Awalnya garebeg maulud yang diprakarsai Sunan Kalijaga dilaksanakan dengan mengadakan tabligh atau pengajian akbar oleh para wali di depan Masjid Demak. Hal ini sekaligus menjadi ajang musyawarah tahunan para wali.

Tetapi Sunan Kalijaga menyadari bahwa konsep semacam ini kurang menarik perhatian masyarakat yang saat itu masih menganut agama Hindu, Buddha, dan Kejawen untuk mendatangi masjid.

Oleh karena itu, Sunan Kalijaga berinisiatif memasukkan unsur-unsur tradisi yang sudah sejak lama dipraktikkan oleh masyarakat jawa. Akhirnya, beliau menggunakan gamelan dan tari-tarian yang berkembang di kalangan keraton dan ditempatkan di halaman masjid untuk menarik perhatian warga.

Warga yang masih malu-malu pada awalnya kemudian mau untuk diajak ke dalam masjid. Untuk masuk masjid ada tatacara yang sudah dibuat oleh Sunan Kalijaga, yaitu para warga harus mengucapkan kalimat syahadat terlebih dahulu, kemudian diajarkan bersuci. Dengan demikian mereka sudah memeluk ajaran islam.

Garebeg Maulud ini satu rangkaian dengan Sekaten. Dalam konteks dakwah islam, Sekaten berasal dari kata Syahadatain yang dipraktikkan Sunan Kalijaga sebagai asal-usul proses pengislaman di pulau Jawa.

Sekaten sendiri adalah rangkaian acara yang menjadi satu-kesatuan dengan garebeg maulud. Acara sekaten dimuali 7 hari sebelum tanggal 12 Rabiul Awal yang merupakan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW yang ditandai dengan iring-iringan abdi dalem (punggawa keraton) bersama-sama dengan dua set gamelan jawa.

Dua set gamelan yang masing-masing bernama Kyai Nogowilongo dan Kyai Gunturmadu ini akan dibawa dan berawal dari pendapa Ponconiti menuju Masjid Agung di Alun-Alun Utara. Gamelan Kyai Nogowilongo akan ditempatkan di sisi utara masjid, sedangakan gamelan Kyai Gunturmadu akan ditempatkan di sisi selatan masjid.

Kedua gamelan akan dimainkan secara bersmaan sampai malam hari tanggal 11 Rabiul Awal. Setelah itu, gamelan akan dikembalikan ke dalam keraton.

Keesokan harinya, tepat di tanggal 12 Rabiul Awal adalah puncak peringatan, dan inilah yang disebut garebeg maulud. Acara ini dimulai dari jam 08.00-10.00 WIB.

Sebuah gunungan yang terbuat dari beras ketan, makanan, buah-buahan dan sayur-sayuran akan dibawa dari istana Kemandungan melewati Sitihinggil dan Pagelaran menuju Masjid Agung dengan dikawal oleh 10 macam bregada (kompi) prajurit keraton.

Setelah didoakan oleh ulama masjid, gunungan di bagikan kepada masyarakat sebagai sedekah dari keraton. Para warga pun saling berebut untuk mendapatkan apapun isi dalam gunungan untuk dibawa pulang karena dipercaya membawa berkah.

Demikian tradisi garebeg maulud yang menjadi salah-satu peninggalan para wali yang menggambarkan perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semoga tradisi ini tetap dijaga sebagai warisan luhur islam nusantara. Wallahu A’lam Bii Al-Shawab.

Reporter: Firhand Ali
Editor: Nur Farida

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in INDONESIA

Advertisement
To Top