Connect with us

Pemuda Millenial Jangan Hanya Diam

INDONESIA

Pemuda Millenial Jangan Hanya Diam

Surabaya,Jurnalkpi.com- Pemuda merupakan penerus bangsa. Dan sebagai pemuda sudah seharusnya memiliki keberanian untuk bermimpi besar, percaya pada mimpinya, semangat untuk meraihnya, dan terus belajar sebanyak-banyaknya. Benar apa yang telah dikatakan Bung Karno dalam pidatonya yang berbunyi “Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita.”

Pidato-pidato Bung Karno yang masih abadi sampai saat ini, merupakan nasihat dan sebagai kobaran semangat bagi para pemuda. Pidato-pidato Bung Karno yang maknanya selalu begitu dalam merupakan pengingat bahwa perjuangan kala itu memanglah tidak mudah. Peran pemuda kala itu begitu besar, hingga sampai pada titik kemerdekaan.

Makna ‘Kami’ dalam kutipan pidato Bung Karno tersebut merupakan salah satu peran para pemuda yang berjuang mati-matian untuk mensejahterakan, mencerdaskan, dan membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Dengan kondisi yang masih terusik oleh para penjajah dan segala keterbatasan yang ada, tidak menjadikan pemudanya menjadi lemah, bahkan sebaliknya mereka terus membajakan tekad dalam diri, walaupun nyawa menjadi taruhannya. Mereka merelakan segala-galanya, demi cinta dan cita-cita pada Indonesia. Rasa cinta yang menjadikan dirinya kalah penting dari seluruh nasib bangsa. Tak peduli badan bercucuran darah, mereka tetap teguh berjuang sampai Bung Karno menyatakan kemerdekaannya.

Pada kala itu, banyak pemuda memiliki misi-misi yang begitu besar. Daan Mogot misalnya, diumurnya yang masih muda yaitu 14 tahun, Daan Mogot sukses bergabung dengan gerakan PETA, lalu dilantik sebagai seorang perwira. Kemudian diumur 16 tahunnya, Daan Mogot juga telah bergabung dengan BKR (Barisan Keamanan Rakyat). Prestasi gemilang Daan Mogot di dunia kemiliteran ini, mampu membawanya ikut andil dalam pertempuran dengan tentara Jepang di Lengkong.  Daan Mogot wafat diusia 17 tahun, dan meninggalkan prestasi yang begitu memukau.

Selain Daan Mogot, terdapat sosok yang dikenang dengan sebutan pahlawan emansipasi wanita yang bernama R.A Kartini. Sosok gadis dengan kecerdasan dan wawasannya yang luas, mampu mewujudkan mimpinya untuk mengubah sudut pandang masyarakat pada waktu itu terhadap perempuan pribumi. Diusianya yang menginjak 20 tahun, Kartini mulai menggemparkan emansipasi wanita melalui surat kabar yang telah dibuatnya. Cita-citanya yang begitu mulia seperti ingin melihat perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dan belajar telah tercapai hingga saat ini.

Dengan kisah perjuangan para pemuda terdahulu, hendaknya kita sebagai pemuda di era millenial seperti sekarang ini, harus bisa mempertahankan semangat untuk meraih mimpi-mimpi besar kita. Dengan semangat tersebut sudah menjadi salah satu bukti bentuk kesadaran diri untuk terus memajukan bangsa Indonesia ini.

Maka siapa lagi yang akan melanjutkan perjuangan kalau bukan kita? Jika dibandingkan dengan keadaan pada jaman penjajah, tentu keadaan sekarang sudah sangat lebih baik. Seperti saat ini, telah banyak lembaga pendidikan yang  menyediakan beasiswa, tersedianya teknologi sebagai penunjang kegiatan sehari-hari, maka kesempatan untuk terus berkarya sangatlah luas.

Jangan biarkan fasilitas yang ada terbuang sia-sia. Sebagai pemuda yang bijak, marilah kita gunakan untuk terus mengembangkan diri dan memotivasi diri untuk terus belajar. Selamilah ilmunya dengan cara yang positif dan jadikan jiwa-jiwa semangat pahlawan terdahulu sebagai tauladan.

Reporter: Hariri Ulfa’i Rrosyidah

Editor: Yoski Adiba

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in INDONESIA

Advertisement
To Top